Di tengah pesatnya arus informasi dan cepatnya perubahan sosial, membangun citra diri yang kuat dan autentik menjadi kebutuhan mendesak bagi generasi muda. Inilah semangat yang diusung dalam kegiatan Perkemahan Satu Hari (Persari) di SMKN 63 Jakarta pada Rabu, 4 Juni 2025. Dalam kegiatan tersebut, Ketua Dewan Kerja Cabang (DKC) Jakarta Selatan, Kak Muhammad Bintang Kusuma, hadir sebagai narasumber membawakan materi bertema Personal Branding.
Persari kali ini bukan sekadar ajang kumpul rutin Pramuka. Diikuti oleh sekitar 100 peserta dari Gugus Depan 10-019 dan 10-020, kegiatan ini menjadi ruang pembinaan yang menyentuh aspek mendasar dalam perkembangan remaja: mengenali siapa diri mereka sebenarnya, dan bagaimana mereka ingin dikenal oleh dunia.
“Kita tidak akan bisa mengembangkan apa yang menjadi branding kita apabila tidak bisa mengenal diri sendiri,” ujar Kak Bintang di hadapan para peserta.
Dalam penyampaiannya, Kak Bintang memperkenalkan lima konsep dasar personal branding yang menyentuh ranah identitas, keunikan, visibilitas, kredibilitas, dan konsistensi. Kelima konsep ini bukan sekadar teori, tetapi jembatan bagi para Pramuka Penegak dan Pandega untuk mulai merumuskan arah dan posisi diri mereka — baik di organisasi, sekolah, maupun kehidupan sosial yang lebih luas.
Kegiatan ini juga memberi ruang partisipasi aktif bagi peserta. Salah satunya, Kak Nayla Herdian Shah dari Dewan Ambalan, mengungkapkan kesan positifnya terhadap materi yang disampaikan.
“Materi Kak Bintang sangat bagus sekali. Untuk kita generasi muda yang nantinya akan menjadi pemimpin di masa depan, penting sekali punya personal branding. Cara penyampaian Kak Bintang juga seru dan tidak kaku,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar pembekalan, sesi ini menjadi momentum reflektif bagi para peserta: bahwa menjadi Pramuka bukan hanya soal seragam dan kegiatan, tetapi juga tentang membentuk karakter yang dikenali, dihargai, dan membawa manfaat. Dalam dunia yang penuh distraksi, personal branding menjadi alat untuk tetap otentik sekaligus berdampak.
Kegiatan seperti ini menegaskan kembali peran Pramuka sebagai wahana pembinaan generasi muda — bukan hanya secara fisik dan teknis, tetapi juga mental dan kepribadian. Dan Jakarta Selatan, lewat DKC-nya, menunjukkan komitmennya untuk tetap relevan dan hadir dalam proses itu.














