Jakarta – Festival Urban Farming yang diselenggarakan di Istora Senayan pada 4-5 Juli 2026 menjadi ajang edukatif yang mengangkat pentingnya ketahanan pangan di kawasan perkotaan melalui penerapan metode urban farming.
Muhammad Surya Mahendra dari Dewan Kerja Ranting Kebayoran Baru mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan banyak wawasan baru, khususnya mengenai pentingnya memanfaatkan lahan terbatas di perkotaan untuk menghasilkan pangan secara mandiri.

“Festival ini diharapkan menjadi kegiatan yang mampu mengedukasi generasi muda tentang pentingnya ketahanan pangan yang dapat diwujudkan di lingkungan perkotaan melalui metode urban farming,” ujarnya.
Salah satu kegiatan yang paling menarik adalah tantangan mengumpulkan stempel bergambar hewan dan buah. Untuk memperoleh setiap stempel, peserta harus mengunjungi stan-stan yang memiliki penanda tertentu, seperti gambar sapi, kemudian mendengarkan penjelasan dari petugas mengenai materi yang disampaikan. Setelah mengikuti sesi edukasi tersebut, peserta berhak memperoleh stempel sebagai bukti telah menyelesaikan tantangan di stan tersebut.

Menurut Surya, konsep ini membuat proses belajar menjadi lebih interaktif, menyenangkan, dan tidak membosankan karena peserta diajak aktif berkeliling sambil memperoleh pengetahuan baru.
Selama mengikuti festival, ia juga mendapatkan berbagai wawasan yang sebelumnya belum pernah diketahui, salah satunya mengenai ekosistem dan manfaat pohon mangrove. Ia menilai seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan sangat baik, edukatif, dan seru untuk diikuti oleh berbagai kalangan, khususnya generasi muda.
Penulis: Arsyha Threaryathi














