Jakarta Selatan, 13 Agustus 2026 — Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Jakarta Selatan mengukuhkan 92 Pembina dan Pelatih Pembina Mahir melalui upacara pelantikan yang dipimpin Ketua Kwarcab Jakarta Selatan, Kak Drs. H. Sarwoko, M.Pd., Kamis (13/8).
Pengukuhan ini menjadi bagian penting dalam menambah sekaligus memperkuat tenaga pembinaan kepramukaan di Jakarta Selatan. Para pembina dan pelatih yang dikukuhkan diharapkan tidak berhenti pada pencapaian kualifikasi, tetapi mampu membawa pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh ke dalam pembinaan yang lebih berkualitas di gugus depan maupun lingkungan kepramukaan masing-masing.
Sebanyak 92 orang yang dikukuhkan terdiri atas 41 Pembina Mahir Dasar (KMD), 37 Pembina Mahir Lanjutan (KML), 7 Pelatih Pembina Tingkat Dasar (KPD), dan 7 Pelatih Pembina Tingkat Lanjutan (KPL).
Mereka telah melalui proses pendidikan dan pembinaan yang cukup panjang. Peserta KMD dan KML menyelesaikan tugas Narakarya 1 dan 2, sementara peserta KPD dan KPL menyelesaikan tugas Naratama 1 dan 2. Proses tersebut dilaksanakan dengan pendampingan para pelatih pendamping selama kurang lebih tiga bulan sebelum akhirnya mengikuti sidang mahir secara serentak.
Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kwarcab (Pusdiklatcab) Jakarta Selatan, Kak Bambang Sutejo, mengatakan proses tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan peserta tidak hanya menyelesaikan pendidikan, tetapi juga mampu menerapkan kompetensi yang diperoleh dalam praktik pembinaan.

Dalam amanatnya, Kak Sarwoko menekankan bahwa predikat mahir membawa tanggung jawab yang lebih besar. Seorang Pembina maupun Pelatih Pramuka dituntut memiliki kemampuan kepramukaan sekaligus kepribadian, etika, dan moral yang baik.
“Pembina Pramuka Mahir selain mahir dalam kepramukaan juga mesti memiliki kepribadian luhur, etika dan moral yang tinggi serta harus mampu menjadi teladan bagi orang lain,” ujar Kak Sarwoko.
Pesan tersebut menjadi penting karena kualitas Gerakan Pramuka pada akhirnya sangat ditentukan oleh kualitas orang-orang yang berada di garis depan pembinaan. Pembina berhadapan langsung dengan peserta didik, sementara pelatih memiliki peran menyiapkan dan meningkatkan kapasitas para pembina.
Karena itu, pengukuhan ini diharapkan menjadi awal dari tanggung jawab baru, bukan sekadar akhir dari sebuah proses pendidikan. Para Pembina dan Pelatih Mahir diharapkan aktif mengembangkan metode pembinaan, berbagi pengetahuan, serta menghadirkan kegiatan kepramukaan yang semakin relevan dengan kebutuhan generasi muda.
Dengan bertambahnya 92 tenaga pembina dan pelatih yang telah melalui proses pendidikan dan pendampingan, Kwarcab Jakarta Selatan berharap kualitas pembinaan kepramukaan di tingkat gugus depan hingga kwartir semakin kuat. Pada akhirnya, peningkatan kualitas pembina diharapkan bermuara pada pengalaman pendidikan kepramukaan yang lebih baik bagi peserta didik.
Pengukuhan turut disaksikan para Wakil Ketua Kwarcab Jakarta Selatan, pelatih pendamping, andalan Kwarcab, serta jajaran pengurus Pusdiklatcab Jakarta Selatan.
Selamat bertugas kepada para Pembina dan Pelatih Mahir yang telah dikukuhkan. Semoga kompetensi yang diperoleh menjadi bekal untuk terus membangun pembinaan Pramuka Jakarta Selatan yang semakin berkualitas.
(Foto: Kak Agus DP)














