Dalam hening kita tundukkan hati dan kepala kita
Dalam hening kita dengarkan suara hati kita
Dalam hening Tuhan mengiringi perenungan kita
Kakak-kakakku,
Pramuka adalah bagian sejarah Indonesia.
Berjuang bersama rakyat, pandu dan pramuka hadir dalam setiap jejak perjuangan bangsa.
Saat menggalang persatuan;
saat menegakkan proklamasi kemerdekaan;
dan saat me-mandegani pembangunan…
Bukan kebetulan Hari Pramuka berdekatan dengan Hari Kemerdekaan.
Panji kepanduan diberikan sebagai wujud kepercayaan.
Negara ini mengamanatkan kejayaan.
Kepramukaan adalah tantangan masa depan….
Lambang kita adalah gambar siluet tunas kelapa.
Kita mengharapkan adik-adik kita kelak menjadi orang hebat di masanya;
menjadi sosok yang kuat seperti pohon kelapa yang kokoh di seantero nusantara;
menjadi sosok yang berakar kuat pada tradisi bangsa;
menjadi sosok serba bisa karena terampil segala rupa.
Tapi ingatlah… itu adalah ‘harapan’ kita.
Saat ini, mereka baru menjadi ‘tunas kelapa’;
Cikal bakal pohon yang tumbuh, namun tak selalu di tanah subur.
Kakak-kakak-ku…
Situasi kita masih belum ramah pada putra-putri kita, adik-adik kita…
Madat merajalela;
pergaulan bebas bagai tak terbatas;
tawuran jadi hiburan;
kesantunan mendekati kelangkaan.
Dalam lingkungan yang sedemikian, adik-adik kita berjuang membina diri.
Lalu dimana kita, sebagai pembina penunjuk jalan?
Padahal dunia orang dewasa juga tidak lebih baik….
Berita palsu nyaris tak terbelenggu;
fitnah dan gibah semakin seru;
rasa gelisah kian tak menentu;
makin tak jelas, mana sekutu, mana seteru.
Kakak-kakakku
Hari ini, kembali kita merenungkan jati diri.
Seberapa kuat menjaga tradisi;
seberapa jujur bercermin hati;
seberapa teguh memegang janji;
seberapa tulus menebar bakti.
Maka keikhlasan-lah yang mengantarkan kita pada tujuan sejati.
Tutup renungan untuk hari ini.
Semoga detik berpasti alur….
Berdetak sampai ke tujuan….
Jakarta, 14 Agustus 2020














