Jakarta – Saka SAR Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Jakarta Selatan turut berpartisipasi dalam Rapat Koordinasi Persiapan Perkemahan Saka SAR Se-Jabodetabek yang diselenggarakan di Ruang Rapat Lantai 2 Basarnas, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Basarnas, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Kwartir Daerah DKI Jakarta, serta perwakilan Saka SAR dari berbagai kwartir cabang di wilayah DKI Jakarta dan Jabodetabek.
Rapat dipimpin oleh Kak Agus Haryono, S.S., M.B.A. yang dalam arahannya menyampaikan harapan agar seluruh peserta dapat berkolaborasi dan memberikan masukan konstruktif dalam mempersiapkan kegiatan Perkemahan Saka SAR.

Menurutnya, kegiatan yang melibatkan peserta dari tiga kwartir daerah ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dalam pembinaan potensi SAR di lingkungan Gerakan Pramuka sehingga pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Dalam rapat tersebut dibahas rencana pelaksanaan Perkemahan Saka SAR Se-Jabodetabek yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan anggota Pramuka dalam bidang pencarian dan pertolongan.Kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan bagi anggota Saka SAR untuk memperdalam pemahaman mengenai penanganan keadaan darurat dan pengabdian kepada masyarakat.
Adapun sasaran kegiatan meliputi pemahaman prosedur evakuasi saat menghadapi keadaan darurat, peningkatan kepedulian untuk menolong sesama, kemampuan memberikan pertolongan pertama pada kondisi yang membahayakan manusia, serta keterampilan melakukan upaya SAR secara mandiri.
Rencananya, Perkemahan Saka SAR Se-Jabodetabek akan dilaksanakan pada 18–19 Juli 2026 di Kompleks Kantor Wali Kota Bekasi, Jawa Barat. Kegiatan ini akan diikuti sekitar 150 peserta Saka SAR dari berbagai wilayah Jabodetabek dengan dukungan instruktur dan narasumber dari Basarnas serta instansi terkait.
Selama kegiatan, peserta akan memperoleh materi kepramukaan Saka SAR, peran potensi SAR dalam kebencanaan, serta berbagai keterampilan teknis seperti tandu improvisasi darurat, penilaian dan pemindahan korban, penanganan kegawatdaruratan lingkungan, penanganan perdarahan dan syok, hingga penanganan cedera alat gerak. Selain itu, peserta juga akan mengikuti kegiatan perkemahan, simulasi lapangan, dan malam keakraban sebagai bagian dari proses pembinaan karakter dan kerja sama tim.
Pada sesi diskusi, peserta rapat juga memberikan sejumlah masukan untuk penyempurnaan kegiatan, di antaranya perubahan nomenklatur kegiatan menjadi Perkemahan Saka SAR, penyusunan skenario simulasi berdasarkan materi yang diberikan, serta penguatan koordinasi antarunsur penyelenggara.
Keikutsertaan Saka SAR Kwarcab Jakarta Selatan dalam rapat koordinasi ini menjadi wujud komitmen untuk terus meningkatkan kapasitas anggota Pramuka di bidang pencarian dan pertolongan. Melalui kegiatan tersebut diharapkan lahir generasi muda yang tangguh, terampil, dan siap berperan dalam upaya kemanusiaan maupun penanggulangan bencana di tengah masyarakat.














